E-Book From Portfolio to Offering Letter
Portfolio kamu bisa jadi sudah di atas rata-rata.Tapi banyak kandidat tetap gagal di tahap interview. Menurut laporan dari LinkedIn Talent Solutions, perusahaan semakin mengarah ke skills-based hiring, di mana cara berpikir dan kemampuan problem-solving jadi faktor utama dalam menentukan kandidat.
E-book ini membedah pertanyaan interview UI/UX yang paling sering muncul, lengkap dengan cara menjawabnya secara terstruktur, relevan, dan berorientasi pada impact bisnis. Biar kamu gak cuma terlihat “punya karya”, tapi benar-benar layak di-hire.
Pengantar oleh Yudho Yudhanto, S.Kom., M.Kom
Beliau merupakan dosen di Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan pengalaman mengajar di berbagai bidang seperti UI/UX Design, Human Computer Interaction, hingga Manajemen Proyek. Selain itu, beliau juga aktif dalam penelitian, publikasi ilmiah, serta telah menulis berbagai buku di bidang teknologi dan pengembangan digital.
The Background
Banyak UI/UX Designer sudah menghabiskan waktu untuk membangun portfolio yang rapi dan menarik.
Mereka belajar tools, memperbaiki visual, bahkan mengikuti berbagai course. Tapi ketika masuk ke tahap interview, hasilnya sering tidak sesuai harapan. Bukan karena mereka tidak mampu.
Tapi karena ada satu hal yang sering terlewat: cara menyampaikan cara berpikir mereka. Buku ini dibuat dari keresahan itu, gap antara “punya skill” dan “mampu menjelaskannya dengan benar”.

Problems We Face Toghether
🔍
Sering di-ghosting recruiter
Sudah kirim banyak lamaran dan punya portfolio, tapi jarang dapat respon. Bahkan untuk dipanggil interview saja terasa sulit.
💬
Bingung saat menjawab interview
Tahu apa yang ingin disampaikan, tapi saat ditanya, jawaban jadi tidak terstruktur dan kurang meyakinkan.
🤔
Sulit menjelaskan thinking process
Bisa membuat desain yang bagus, tapi kesulitan menjelaskan alasan dan proses di balik keputusan desain.
🎨
Terlalu fokus di visual
Portfolio terlihat menarik, tapi kurang menunjukkan bagaimana desain tersebut menyelesaikan masalah atau memberi impact.
📉
Gagal di tahap akhir
Sudah sampai interview, tapi gagal di tahap akhir karena tidak mampu menunjukkan value secara jelas di mata recruiter.
What You’ll Get
🧩
Structured Answers
Cara menjawab pertanyaan interview UI/UX dengan jelas & terarah
📐
Thinking Framework
Framework untuk menjelaskan thinking process tanpa muter-muter
💬
Real Answer Examples
Contoh jawaban yang relevan dengan situasi kerja nyata
About the Author
Ditulis oleh seorang UI/UX Designer dengan pengalaman 3 tahun di industri, pernah bekerja di software development agency, serta mengajar UI/UX di Purwadhika School dan SV UNS. Pengalaman tersebut dirangkum menjadi insight yang praktis, relevan, dan langsung bisa kamu gunakan.







